Senin, 23 September 2013

#reblog: Kita Pernah

Kita pernah dibuat begitu tak berdaya
oleh perpisahan
yang tak kita inginkan
Kita pernah tak percaya kepada takdir bernama masa depan 
karena masa lalu telah mengubur harapan dalam-dalam
Kita juga pernah menutup hati rapat-rapat
karena sembuh dari luka tidaklah mudah
Tapi ternyata semesta berkehendak lain
memaksa kita untuk belajar berdamai
dengan luka
dan melangkah
Lalu kita belajar (lagi) menyerahkan hati
yang pernah sama-sama menganga
oleh kehilangan
dan memutuskan tak akan menyerah
dengan mudah
Karena terluka dalam perjalanan hati adalah keniscayaan 


zahrahfatimah.blogspot.com

Baik-baik Saja

"Aku pernah merasa menjadi manusia paling dikhianati di dunia atau paling bersalah, atau paling bermasalah, atau paling tak beruntung hidupnya. Aku pernah berjalan sendirian di pinggiran jalanan kota, pada senja penghabisan, sementara bus dan mobil-mobil berjalan seperti manusia-manusia lainnya yang tak perhatian. Aku pernah merasa tak punya teman untuk sekedar mendengarkan apa yang kurasakan." Katamu, pilu

Ada perasaan sedih yang tak bisa kujelaskan, seperti kabel-kabel listrik yang menggantung di langit senja sebuah kota, atau spanduk dan papan-papan reklame: Bagaimana caranya mengurai kompleksitas menjadi sesuatu yang sederhana dan nyata? Kemana sesungguhnya manusia harus berjalan - untuk menemukan kebahagiaan? Sementara mal dan pusat-pusat perbelanjaan, tempat hiburan, juga restoran, yang selalu tampak ramah mengajak kita berkunjung ke sana: Tak pernah benar-benar jujur menerima diri kita apa adanya.

"Kenapa aku menangis? Kenapa kamu menangis? Sebagian dari kita percaya bahwa kita bisa membuat perbedaan, kita bisa mengubah sesuatu, hingga saatnya kita benar-benar terbangun, dan menyadari bahwa kita telah gagal." Katamu, sedih.

Ah, mengapa kita selalu membuat diri kita merasa bersalah? Mengapa kita cenderung memilih menjadi pemurung? Mengapa kita tak pernah mengucapkan terima kasih pada diri kita sendiri - atas hal-hal baik, juga hal-hal buruk, yang sudah kita lakukan sejauh ini? Terima kasih telah selalu bertahan, dan telah selalu memutuskan untuk kembali berjalan.. Yakinlah, kita telah dan akan selalu baik-baik saja.

"Terima kasih," katamu tiba-tiba, pada diri sendiri, "Untuk hal-hal yang terkatakan dan tak terkatakan."



*Fahd Djibran

Senin, 09 September 2013

Ibu dan Kecerdasan Anak

Berawal dari obrolan santai di tempat makan salah satu mall di Jogjakarta, kami bertiga antusias menceritakan tentang wanita. Setidaknya dari sekian banyak obrolan kami yang ngalor-ngidul, ada satu obrolan yang ‘berbobot’. Kami pun asyik membicarakan tentang ibu dan kecerdasan anak.
Barangkali kita terlampau sering mendengarkan sebuah nasihat yang diambil dari sebuah hadist:

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)




Mengapa seperti demikian? Saya rasa Allah telah mengatur semuanya dengan begitu sempurna. Dalam hal ini, peranan seorang ibu sangat besar. Beliau yang telah mengandung kita selama 9 bulan, melahirkan, menyusui, dan merawat. Akan tetapi ada hal yang mungkin tidak diketahui banyak orang bahwa peranan unit terkecil dalam tubuh pun ternyata didapatkan dari ibu dan kecerdasan seorang anak pun diturunkan dari ibunya. Mungkin itulah mengapa Rasulullah menyuruh kita untuk meminta maaf kepada ibu sebanyak tiga kali, kemudian ayah.

Berbicara lebih jauh lagi, saya rasa kita tidak asing dengan bagaimana terciptanya suatu makhluk hidup yang pernah kita peroleh di sekolah dulu. Sebuah janin yang dikandung oleh seorang ibu adalah hasil peleburan dari sperma dan ovum (sel telur). Gen penyandi kecerdasan dan IQ ternyata ada di dalam mitokondria sel telur ibu. Sementara mitokondria dari ayah ada pada ekor dan ketika sperma masuk ke dalam ovum, ekor sperma tidak ikut masuk ke dalam sel telur (lebih jelasnya baca buku tentang reproduksi).

Dengan kata lain, penyumbang sebagian besar gen anak adalah dari ibu. Tapi apakah berhenti disitu? Apakah ibu dengan IQ rendah atau dapat dibilang tidak cerdas akan melahirkan anak yang sama? Ataukah ibu dengan IQ di atas rata-rata selalu melahirkan anak dengan IQ yang di atas rata-rata pula? Bagaimana dengan seseorang yang ber-IQ rendah dan tidak berpendidikan tetapi mampu menemukan sebuah karya atau inovasi terbaru?

Saya jadi teringat adik kelas saya sewaktu SMP, dia hanya anak dari seorang pekerja bengkel dan ibu rumah tangga tetapi yang mencengangkan adalah dia mampu menjuarai olimpiade matematika tingkat internasional. Hal yang berlawanan datang dari teman sekelas saya sewaktu SMA dimana rata-rata IQ dia di atas rata-rata. Tidak heran jika semua anggota keluarganya menjadi dokter, mulai dari ayah, ibu, kakak, bahkan teman saya pun juga saat ini menjadi dokter. Perlu diketahui teman saya masuk dokter dengan jalur tes bukan jalur mandiri.

Saya memutar otak, mencoba mengingat kembali mata kuliah semester satu saya yaitu genetika molekuler. Dijelaskan bahwa fenotip suatu makhluk hidup ditentukan oleh gen dan lingkungan. Seorang ahli genetika pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996), Kazuo Murakami, dalam bukunya yang berjudul The Divine Message of The DNA menyatakan bahwa ada tiga faktor yang terlibat dalam aktivasi gen: gen itu sendiri, lingkungan, dan pikiran. Menurut beliau, memang benar bahwa kecerdasan dan kemampuan atletik berkaitan dengan gen. Namun, hal ini tidak berarti bahwa orang tersebut sama sekali tidak memiliki kemampuan tersebut. Kemampuan tersebut ada tetapi belum dinyalakan.

Seorang teman pernah mengatakan, bahwa ada tetangga yang memiliki anak dengan kecerdasan di bawah rata-rata. Setelah ditelusuri ternyata ibu sang anak ini melahirkan anaknya di usia yang sangat tua. Dari Murakami, bahwa seorang pengarang Jepang ternama Natsume Soseki juga dilahirkan ketika orang tuanya lanjut usia sehingga ia dipanggil “anak memalukan”. Soseki tidak cacat, ia malah menciptakan suatu karya sastra yang luar biasa. Murakami berpendapat bahwa siapa pun dapat membangun bakat-bakat luar biasa yang terkungkung secara dorman di dalam. Yang harus mereka lakukan adalah belajar untuk mengaktifkan gen mereka.

***

Ibu memang memiliki peran yang sangat besar dalam menyumbangkan gen ke anaknya. Memang benar adanya bahwa kecerdasan seorang anak diturunkan dari gen ibunya. Namun, ada hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu faktor eksternal. Faktor eksternal ini meliputi nutrisi dan lingkungan.
Seorang anak yang lahir dari ibu yang cerdas, nutrisi yang bagus, lingkungan dan pendidikan yang mendukung, (Insya Allah) akan menjadi anak yang cerdas juga.


“Entah akan menjadi berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas” (Dian Sastrowardoyo)


Yogyakarta, 08 September 2013 -22.01-
*sambil berdoa agar memiliki anak yang cerdas suatu saat nanti

hahahahaha

Selasa, 03 September 2013

Fenomena Sosial Media


Setelah kejadian hilangnya ATM saya dan sang penemu menghubungi saya lewat twitter, saya jadi ingin menulis tentang sosial media.

Siapa yang tidak tahu dengan kepopuleran sosial media. Di jaman seperti ini, yang tidak tau sosial media pasti dibilang kudet –kurang apdet-. Banyak sekali macam-macam sosial media, ada facebook, twitter, path, instagram, foursquare yang menurut saya kesemuanya memiliki tujuan yang sama yaitu update. Entah itu update keadaan kamu, kamu lagi check in dimana, foto-foto narsis kamu. Ya emang begitu tujuannya. Saya tidak menjudge seseorang sering update itu lebay, alay, atau kurang diberi perhatian, tidak! Sedikitpun tidak! Karena mungkin saya juga seperti itu. Hehehe..

Mari kita berbicara dua sosial media yang menurut saya pengikutnya paling banyak, facebook dan twitter.

Singkat cerita tentang asal mula facebook dan twitter, facebook diluncurkan pertama kali sekitar bulan Februari 2004 oleh mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya yang juga seorang mahasiswa. Beberapa tahun kemudian facebook yang biasa disingkat ‘FB’ sangat ‘laris manis’, hampir 600 juta pengikut pada tahun 2011. Sementara twitter, didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey, Biz Stone, dan Evan Williams. Dan baru diluncurkan pada bulan Juli 2006. Twitter juga merupakan media sosial yang sangat populer di kalangan anak muda sekarang. Tidak hanya itu, bahkan presiden kita pun juga punya twitter lho! Hihihi..
------

Kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka di sosial media, mau bikin status apapun boleh, mau curhat kalo tugasnya lagi seabreg sampai gak bisa tidur, mau galau karena ditinggal pacar, nulis kalo kegiatan hari ini dari A sampai Z kemudian capek lalu pulang ke kos lantas tidur, mau nulis lagi masakin suami. Terserah mah itu. Namanya juga lagi update. Hehehe..

Atau kamu suka upload foto-foto kamu dari berbagai segi mau dari atas, bawah, samping, depan belakang, mau mulutnya dimanyun-manyunin, di (sok) imut-in. Atau mau foto sekarang pake model hijab begini, besoknya begitu.

Palingan kalo yang eneg liat status-status kamu di timeline, cuma dilewatin doank. Itulah fungsinya scroll up and down. Atau paling parah kamu diunfriend/ block. Atau juga yang hobi ngeggosip langsungan ngomongin km  “eh kenapa si anu. Pasti dianuin sama anu.” Yaahh, begitulah kehidupan

Dan dari dunia per-twitter-an, ada yang namanya kultwit, itu semacam ngasih perkuliahan di twitter dengan membahas suatu topik. Ceramah agama juga bisa pake twitter. Ah, semuanya bisa dilakukan dengan hanya twitter. Mungkin suatu saat nanti kuliah dengan tatap muka tidak akan diadakan, cukup menggunakan kultwit. Tinggal pantengin timeline. Kuliah beres. Dan siapa tau pas kita mantengin timeline, mantan kita ngetwit galau terus kita ikutan galau terus akhirnya balikan. *uwuwuwuwuw* *nah lhoo!* :D

Dan ada juga yang memanfaatkan sosial media sebagai promosi. Bisa kita lihat dari banyaknya online shop dan promosi-promosi lainnya. Mungkin karena mengingat manusia mana yang tidak membuka sosial media? Itu sih sah-sah saja.

Tapi ada juga yang tertimpa masalah karena sosial media. Sudah sering kita lihat kasusnya di televisi. Mulai dari kasus penculikan, (yang katanya) pencemaran nama baik sebuah rumah sakit dan masih banyak lagi. Bahkan ada juga pasangan yang bertengkar karena twitter atau facebook *glek*

--------

Bagi saya, yang terpenting adalah memanfaatkan sebaik-baiknya sosial media yang ada namun tetap berhati-hati dengan apa yang kita tulis.


"Tidak semua yang saya tulis adalah saya. Tidak semua yang kamu baca adalah kamu."
-dwitasari-



Yogyakarta, 03 September 2013
*disela-sela searching jurnal






Sabtu, 24 Agustus 2013

Twitter : Menolongku..



Setelah mendapat kabar kalo beasiswa saya turun, saya langsung jingkrak-jingkrak senang tiada terkira. Besok sorenya saya ke bank BNI Syariah. Karena tangan saya suka gatel kalo pegang duit banyak, saya bagi uang beasiswa saya menjadi 3, satu bagian saya depositokan, satunya lagi saya masukkan ke rekening baru yang saya buat sore itu, dan sisanya tetap di ATM yang merangkap juga sebagai KTM UGM. Malamnya saya ambil duit sekalian makan. Berjalanlah saya ke ATM depan market Gading Mas yang lumayan jaraknya. Setelah ambil duit secukupnya, saya langsung makan karena emang uda laper banget kayak orang 2hari gak makan *ngok*

Hajat ingin makan sudah tertuntaskan, tiba-tiba muncul naluri saya sebagai perempuan. Belanja! Huahahahahaha...
Kebetulan setelah saya pulang ke kampung halaman, permasalahan bertubi-tubi mulai dari shampo yang hilang padahal masih banyak L , pengharum ruangan habis karena saya lupa off-in, kunci hilang (saya berniat beli gantungan kunci), dan beberapa kebutuhan wanita yang dimana permasalahan ini terselesaikan hanya dengan cara belanja. *yaiyalah*

Setelah belanja kebutuhan dan yang bukan kebutuhan *hehehehe*, waktunya untuk membayar ke  kasir. Karena saya belanja di atas seratus ribu rupiah, saya dapet free card member supermarket called gading mas. Sebenernya saya males dapet card lagi, card uda banyak banget, mulai dari card member salon, skin care, rumah sakit, alumni, timezone, game fantasia, dll yang kesemuanya bikin dompet saya tebel pake banget (lagi). Tapi tak apalah, gratis juga card membernya. Hehehe..
Sembari menunggu mbak kasir nyiapin card member itu saya iseng buka handphone. Muncul ada notification twitter. Rupanya ada yang mention saya, tapi saya gak kenal sama itu nama id twitter.

Tertulis “mbak, saya menemukan kartu ATM di ATM jakal bla bla bla bla”

Aaaaakkkk!! Saya langsung gak konsen dan panik donk! Ternyata penyakit saya belum sembuh-sembuh. Pelupa!
Ah gimana ini? Biasanya sih langsung nelpon ‘ehem’ tapi ah sudahlah. :D (I wish u were here,, Bwahahahaha)
Saya mention balik dan saya minta kontak mas yang nemuin ATM saya itu. Setelah saya berhasil mendapatkan kontak mas itu, saya tetap gak bisa tenang. Panik abis pokoknya. Nelponin temen-temen buat minta anterin ngambil ATM ke mas itu. Secara gak punya motor cyiinn.

Pikiran negatif menyerbu otak saya. Karena ATM saya ini kalo belum selesai transaksi dan mau melakukan transaksi lagi gak ada verifikasi PIN lagi. Gimana kalo uang yang di ATM itu hilang? Gimana kalo sebelum mas itu ada orang jahat yang ngambil uang saya? Saya gimana hidupnya? Uang udah terlanjur didepositoin? Dan banyak lagi gimana gimana yang saya sendiri gak tau jawabannya.
Saya telpon BNI Call Center untuk pemblokiran kartu. Pas saya bilang tempat tanggal lahir saya, katanya datanya tidak cocok. Dan tidak bisa dilakukan pemblokiran. Aakk! Gimana sik UGM ini, kok bisa gak cocok? -___-

Saya telponin temen-temen saya lagi. Akhirnya ada temen saya yang mau nganter saya, waktu itu jam 10 malam WJTS (waktu jam tangan saya). Saya langsung kontak mas itu dan minta janjian di bunderan UGM.
Ketemu deh sama mas yang nemuin ATM saya. Dia nyerahin ATM dan suruh ngecek. Pas ngecek, alhamdulillah uangnya masih lengkap. Saya bisa melanjutkan hidup saya.. hihihihi..

Setelah ngucapin terima kasih dan basa basi busuk sebentar akhirnya saya pamit. Saya gak bisa kasih apa-apa –apalagi diri saya :D- cuma bisa berdoa semoga Allah membalas kebaikan orang itu. Huhuhuhuhuhu.. terharu.. masih ada orang jujur di dunia ini ternyata..

Saya gak tau gimana mas itu nemuin twitter saya. Mungkin karena di ATM yang sekaligus KTM UGM ada nama lengkap saya, dan nama twitter saya adalah nama lengkap. Cobak bayangin kalo saya gak punya twitter.. :( 

Dari kejadian yang saya alami, saran buat kalian semua yang belom punya twitter cepetan bikin akun twitter deh. Selain gaul dan gak disangka kudet atau kurang update, kalo kalian tertimpa masalah kayak saya ini, ntar bisa selesai karena twitter. (Saran ini tidak mutlak, boleh gak diikuti kok.. huahahahahaha). Ah, twitter! Makasih yak! Hehehehe :D

Ini nih ATM+KTM saya,, Jangan tinggalin aku lagi yaa.. Pliissss.. :’(


Rabu, 17 Juli 2013

Tulisan ini sebenarnya rewrite dari vemale.com. Saya tulis di blog sebenarnya untuk menguatkan dan menghibur diri saya sendiri setelah 3 kali berturut-turut mengalami cobaan besar dalam hidup saya J (dan sepertinya membuat saya berpikir semakin dewasa J )

Mengapa Tuhan menciptakan wanita dengan air mata

Karena wanita itu unik. Aku menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang paling istimewa

Ku kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak

Ku lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman

Ku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia

Ku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah

Ku beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi

Ku hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian

Ku buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian

Ku buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia

Ku buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan

Tapi jika suatu saat ia menangis..
Itu karena Aku memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.

--------

Sekarang saya paham kenapa surga di telapak kaki ibu. Wanita itu suka banget sakit lho, pertama sakit bulanan ketika menstruasi, kedua sakit ketika melahirkan. Masak para pria mau menyakiti wanita untuk yang ketiga kalinya? hehe

Tidak perlu jauh-jauh contohnya. Saya terkadang mengamati kehidupan bapak dan ibu saya sendiri. Meskipun terkadang ibu saya cenderung pemarah dan tidak sabaran, tetapi menurut saya beliau wanita yang sangat hebat. Ibu saya menemani bapak saya ketika bapak saya belum punya apa-apa, sampai punya apa-apa, dan hingga tidak memiliki apa-apa lagi (hehehe). Beliau bekerja tetapi juga ibu rumah tangga. Bayangkan saja setelah bangun tidur masih harus memasak, memandikan dan mengurus anak, mencuci, membersihkan rumah dan kemudian berangkat kerja. Ketika bapak saya diberikan cobaan yang sangat besar, ibu saya masih menemani bapak saya hingga saat ini. Terkadang bapak curhat ke saya, kalau ibu kurang perhatian, tidak pernah mengucapkan hati-hati kalau bapak saya berangkat kerja. Mungkin bapak lupa, ibu saya selalu masak dan membuatkan kopi meskipun mereka sedang bertengkar atau ibu saya sedang sakit, ketika bapak saya sakit beliau yang sibuk merawat bapak, membuatkan jahe hangat. Tapi bapak tidak ingat, ketika ibu sakit, bapak sama sekali tidak merawat ibu (hehehe) dan ibu masih sabar dan nrimo.

Wanita kedua yang saya nilai hebat adalah salah satu teman saya (bisa dibilang seperti itu J ). Wanita ini sangat sangat sangat sabar dalam menghadapi suaminya yang brutal, nakal, dan sebagainya dan seterusnya. Berkali-kali disakiti tetapi dia masih tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Dia pernah bilang kepada saya, kamu akan mengerti setelah kamu menikah dan memiliki anak. Suaminya pernah bilang bahwa istrinya tidak mau menurut apa yang dikatakan oleh dia. Tetapi sepertinya dia lupa, apa yang sudah istrinya lakukan untuk dia. Saya salut sekali dengan wanita itu J

Saya pernah membaca novel karya dewi lestari, bahwa “suatu saat kamu akan mengerti bahwa kebahagiaan pribadimu itu tidak lagi penting.” Ada kebahagiaan-kebahagiaan lain yang harus diperjuangkan meskipun itu butuh pengorbanan yang sangat besar. Dan saya rasa, saya mulai mengerti akan hal ini.

Yaa begitulah, terkadang kita menilai pasangan kita penuh kekurangan, banyak kesalahan fatal yang pernah dilakukan oleh pasangan kita. Akan tetapi seringkali kita tidak sadar apa yang sudah pasangan kita korbankan dan usahakan demi kebahagiaan bersama. Tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan.


Jangan pernah kau hadir dalam kehidupan seseorang, membuat dia mencintaimu, memilih kamu dalam hidupnya, memberikan seluruh apa yang dia miliki kepadamu, kalau pada akhirnya kau akan menyakitinya. 

Jangan berdalih bahwa “tidak ada yang tau akan takdir”. Itu hanya ucapan pecundang dan pengecut yang tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kalau kamu sudah tau tidak ada yang tau takdir, jangan buat dia mencintaimu dengan segala euforia cintamu yang hanya sesaat di awal. See?? J

Yogyakarta, 17 Juli 2013

Jumat, 10 Mei 2013

A versus B

Hemmm.. Kira-kira apa yang kita bahas ini? Yak, golongan darah. Sebenernya saya tidak begitu peduli dengan golongan darah apapun. Namun, ini berawal ketika teman-teman kuliah saya di bioteknologi pascasarjana UGM lagi getol ngomonginnya.. Kenapa saya pilih golongan darah A dan B? Karena menurut saya golongan darah ini yang paling unik, the most different dari golongan darah lainnya karena sifat mereka yang berkebalikan satu dengan lainnya.
Kalo ngomongin sifat orang dan golongan darah sebenernya tidak ada korelasinya. Karena orang di dunia ini ada bermilyaran. Rasanya tidak acceptable jika sifat mereka semua HANYA dikelompokkan menjadi empat, berdasarkan golongan darah (A,B,AB, dan O). Pengelempokkan sifat berdasarkan golongan darah ini berdasarkan penelitian statistik yang dilakukan selama bertahun-tahun. Jadi, ada kemungkinan tidak cocok guys! 

Sebelumnya saya ingin menguraikan beberapa sifat dari empat kelompok darah tersebut dikutip dari http://www.vemale.com/woman-extra/13778-kepribadian-berdasarkan-golongan-darah.html
1.    Golongan darah A
Orang dengan golongan darah A adalah orang yang sangat perfeksionis. Banyak hal yang dipikirkan oleh orang golongan darah A agar bisa tampil sempurna di depan umum. Ia adalah sosok orang yang bersungguh-sungguh, sabar, logis, dan setia. Sayangnya, karena sifat perfeksionisnya tersebut banyak orang menganggap bahwa tipe golongan darah A adalah orang yang cerewet dan sering cemas.
2.    Golongan darah B
Orang dengan golongan darah B adalah orang yang atraktif, ceria, kreatif, dan kuat. Sayangnya, orang dengan golongan darah B terkenal dengan sebutan liar, kurang bertanggungjawab, dan egois. Di beberapa negara, orang dengan golongan darah B dikabarkan sulit mencari pekerjaan karena dianggap akan kurang menguntungkan bagi perusahaan.
3.    Golongan darah O
Di antara golongan darah yang lain, golongan darah O adalah orang yang paling menyenangkan, optimis, berjiwa besar, dan rasa sosial terhadap sesamanya tinggi. Orang golongan darah O pun juga dikenal sebagai sosok yang romantis dan penuh kejutan. Sayangnya, orang bergolongan darah O memiliki sifat yang sombong, tidak mau mengalah, dan mudah cemburu.
4.    Golongan darah AB
Jika berdasarkan karakteristik kesehatan, orang dengan golongan darah AB adalah orang yang mempunyai banyak riwayat penyakit yang sewaktu-waktu dapat kambuh. Namun, meski begitu orang dengan golongan darah AB adalah orang yang cool, rasional, ramah, dan mudah beradaptasi. Tak hanya itu, orang bergolongan darah AB juga dikenal kritis.
Nah, semenjak saya tau informasi ini, saya jadi mencocokkan apa benar sifat dan karakter saya seperti itu. Ternyata tidak sepenuhnya benar. Saya memang cenderung perfeksionis tetapi hanya dalam hal tertentu. Misal, cara berbusana. Saya paling rewel kalo jilbab saya melenceng dikit atau warna baju saya gak match. Tetapi dalam masalah waktu, saya sering tidak tepat waktu. Hehe.. Kerja kelompok telat, kuliah telat (yang ini jangan ditiru kawan! Hehe). Benar adanya kalo saya memang pemikir, mudah cemas, dan cerewet. Kadang juga sangat sensitif.
Dan katanya sih golongan darah A itu paling nggak cocok sama golongan darah B. Well, akhirnya saya mikir teman-teman saya yang golongan darah B. Ternyata tidak semua teman saya yang bergolongan darah B nggak cocok sama saya. Buktinya teman-teman asrama saya yang bergolongan darah B cocok banget sama saya. So, kesimpulannya karakter dan sifat orang tidak tergantung dengan golongan darah. Mereka semua ditentukan oleh lingkungan yang membesarkannya.
Hemmm,, sekian dulu postingan kali ini. Semoga bermanfaat,, ^_^